Magelang, – Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan peserta didik, MAN 2 Magelang menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif dan Penulisan Karya Ilmiah”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) mulai Jumat, 13 Juni 2025.

 

Pelatihan ini menghadirkan tim pengabdian kepada masyarakat dari UNY yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan staf sebagai pemateri. Materi pelatihan untuk guru difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap tantangan pendidikan masa kini. Sementara itu, para siswa mendapatkan pembekalan keterampilan menulis karya ilmiah, yang menjadi bekal penting dalam pengembangan potensi akademik dan kompetisi ilmiah.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Dr. H. Hanif Hanani, S.H, M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Kami harap program seperti ini bisa menjadi agenda berkelanjutan,” ungkap beliau.

Menariknya, suasana pembukaan semakin hangat ketika Dr. Hanif Hanani menyelipkan beberapa pantun yang menghibur dan sarat makna.

Pantun-pantun tersebut sontak disambut tepuk tangan meriah dari para peserta, mencairkan suasana dan memberikan semangat tersendiri sebelum pelatihan dimulai.

Sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun kolaborasi jangka panjang, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama Kabupaten Magelang, MAN 2 Magelang, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Penandatanganan ini mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan media pembelajaran, dan pendampingan ilmiah bagi siswa maupun guru madrasah.

Kepala MAN 2 Magelang, H. Ahmad Sultoni, S.Pd.I, M.Pd., dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun budaya literasi dan inovasi di lingkungan madrasah.

“Kami ingin guru dan siswa MAN 2 Magelang terus tumbuh dalam atmosfer pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berbasis riset,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. Guru dan siswa mengikuti sesi-sesi dengan aktif, baik dalam diskusi maupun praktik langsung. Harapannya, pelatihan ini menjadi titik awal untuk melahirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi pendidikan di tingkat madrasah (Zn).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *